Cosmopolitan Indonesia, Januari 2007
Book Review
Fantasia Impromptu
[rei]
Seperti halnya sebuah lagu, novel pertama [rei] ini dimulai dengan intro dan diakhiri dengan penutup. Tapi di antara keduanya tersimpan berbagai komposisi yang mengundang imajinasi yang bebas berkelana dengan liar. Bermodalkan apa yang ada di kepala si narrator dan beragam tokoh yang bisa ditangkap oleh kejelian mata, sebuah kunjungan “biasa” ke gereja bisa jadi perjalanan fantasi yang mau tak mau bikin Anda ikut mempertanyakan mana yang nyata dan yang tiada. Aneka variasi cerita yang memutar pandangan pun mengalir dengan menggoda untuk memutar otak Anda.