Jurnal Nasional, Minggu 5 November 2006
Rekomendasi Buku
Fantasia Impromptu
Cerita bermula saat tokoh aku—orang yang menjadi pengamat dalam kisah ini—harus menghadiri misa di sebuah gereja. Di tengah perasaan bosan mendengar khotbah, iamalah memperhatikan manusia-manusia yang hadir di gereja itu. Antara lain: seorang laki-laki berbaju kotak-kotak cokelat yang datang bersama seorang perempuan anggun setengah baya, serta seorang gadis yang menarik perhatiannya. Bahkan, di tengah perasaan jenuh itulah, tokoh aku bermain-main dengan imajinasinya sendiri: menciptakan beberapa versi kehidupan tentang orang-orang yang ia temui. Sebuah novel unik yang dibagi menjadi beberapa babak ala musik klasik: ada ouverture, bagian inti dengan berbagai variasinya, dan finale. DF
Wednesday, November 22, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment